Saturday, January 14, 2006

 

Bagaimana ya caranya membagi waktu?

Ah, selama tugas atau hal yang harus dikerjakan sedikit...waktu rasanya cukup-cukup saja. Kalau pekerjaan seabrek sementara deadline pengumpulan tugas sudah sangat-sangat dekat, NAH! 24 jam sehari rasanya kurang. Saat inipun saya mengalami hal yang sama nih.

Berbulan-bulan menghilang, bukan saja karena bandwidth yang semakin rendah saja, tapi tiba-tiba disibukkan oleh pekerjaan yang tidak bisa ditunda. Saking menyita waktunya si Tugas baru ini sampai-sampai sekolah pun terpaksa ditinggalkan dulu (saya mungkin agak beruntung--saya pikir awalnya--karena sekolah saya by research).

Setelah bertebal-tebal muka memohon kepada Pembimbing riset agar diijinkan reses dulu sampai 15 Januari 2006 ini, saya coba tekuni Tugas yang baru (riset juga sih, cuma beda sekali dengan topik doktoral saya)...dan... tiba-tiba tanggal 15 Januari tinggal 1 hari lagi! Deadline riset doktoral tanggal 18 Januari, padahal belum ngerjain apa-apa nih! Sudah sebulan ini tidur sangat kurang, dan kelihatannya harus ditambah lagi dengan 4 hari TANPA TIDUR LEBIH DARI 3 JAM SEHARI.

Bagaimana ya caranya membagi waktu?
Berdasarkan pengalaman 2 bulan lebih ini, saya punya sedikit kesimpulan:
1. Jangan tunda-tunda pekerjaan/tugas.
2. Kalau pekerjaannya lebih pada berpikir/berkhayal/dll yang biasanya membutuhkan banyak sekali waktu, jangan menyanggupi tugas baru sebelum tugas-tugas sebelumnya diselesaikan (ya, saya juga tau kalau sebagian besar dari kita tiada punya kuasa untuk menolak tugas baru--yang sangatlah senang mengganggu ketentraman hidup itu--dari guru/atasan/dosen/dsb-dsb). Keberanian menolak tugas baru rupanya harus saya pelajari juga caranya. "Maaf, saya sedang sibuk mengerjakan tugas anu-ini yang akan selesai sekian waktu lagi" merupakan kalimat yang harus saya biasakan. Tentunya "sekian waktu lagi" bukanlah alasan yang kita buat-buat supaya tidak disuruh/malas. Lebih baik menolak tugas baru daripada tidak ada tugas yang selesai 'kan?

Ah, andai saja saya bisa memecah diri saya seperti di film "Multiplicity"-nya Michael Keaton, hahahaha....

This page is powered by Blogger. Isn't yours?